Senin, 02 Maret 2009

DAFTAR PARTAI POLITIK

daftar pratai politik di indonesia th 2009 ad 44 partai politik, yaitu:


1. PARTAI HATI NURANI RAKYAT
2. PARTAI KARYA PEDULI BANGSA
3. PARTAI PENGUSAHA DAN PEKERJA INDONESIA
4. PARTAI PEDULI RAKYAT NASIONAL
5. PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA
6. PARTAI BARISAN NASIONAL
7. PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA
8. PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
9. PARTAI AMANAT NASIONAL ]
10. PARTAI PERJUANGAN INDONESIA BARU
11. PARTAI KEDAULATAN
12. PARTAI PERSATUAN DAERAH
13. PARTAI KEBANGKITAN BANGSA
14. PARTAI PEMUDA INDONESIA
15. PARTAI NASIONAL INDONESIA MARHAENISME


16. PARTAI DEMOKRASI PEMBARUAN
17. PARTAI KARYA PERJUANGAN
18. PARTAI MATAHARI BANGSA
19. PARTAI PENEGAK DEMOKRASI INDONESIA
20. PARTAI DEMOKRASI KEBANGSAAN
21. PARTAI REPUBLIK NUSANTARA (RepublikaN)
22. PARTAI PELOPOR
23. PARTAI GOLONGAN KARYA
24. PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN
25. PARTAI DAMAI SEJAHTERA
26. PARTAI NASIONAL BENTENG KERAKYATAN INDONESIA
27. PARTAI BULAN BINTANG
28. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
29. PARTAI BINTANG REFORMASI
30. PARTAI PATRIOT
31. PARTAI DEMOKRAT
32. PARTAI KASIH DEMOKRASI INDONESIA
33. PARTAI INDONESIA SEJAHTERA
34. PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA
41. PARTAI MERDEKA
42. PARTAI PERSATUAN NAHDLATUL UMMAH INDONESIA
43. PARTAI SARIKAT INDONESIA

44. PARTAI BURUH


selanjutnya.....

MENDIDIK ANAK TAAT SYARIAH

Oleh: Ummu Azkiya

Menjadi orangtua pada zaman globalisasi saat ini tidak mudah. Apalagi jika orangtua mengharapkan anaknya tidak sekadar menjadi anak yang pintar, tetapi juga taat dan salih. Menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah tidaklah cukup. Mendidik sendiri dan membatasi pergaulan di rumah juga tidak mungkin. Membiarkan mereka lepas bergaul di lingkungannya cukup berisiko. Lalu, bagaimana cara menjadi orangtua yang bijak dan arif untuk menjadikan anak-anaknya taat pada syariah?

Asah Akal Anak untuk Berpikir yang Benar
Hampir setiap orangtua mengeluhkan betapa saat ini sangat sulit mendidik anak. Bukan saja sikap anak-anak zaman sekarang yang lebih berani dan agak ’sulit diatur’, tetapi juga tantangan arus globalisasi budaya, informasi, dan teknologi yang turut memiliki andil besar dalam mewarnai sikap dan perilaku anak.
“Anak-anak sekarang beda dengan anak-anak dulu. Anak dulu kan takut dan segan sama orangtua dan guru. Sekarang, anak berani membantah dan susah diatur. Ada saja alasan mereka!”
Begitu rata-rata komentar para orangtua terhadap anaknya. Yang paling sederhana, misalnya, menyuruh anak shalat. Sudah jamak para ibu ngomel-ngomel, bahkan sambil membentak, atau mengancam sang anak agar mematikan TV dan segera shalat. Di satu sisi banyak juga ibu-ibu yang enggan mematikan telenovela/sinetron kesayangannya dan menunda shalat. Fenomena ini jelas membingungkan anak.
Pandai dan beraninya anak-anak sekarang dalam berargumen untuk menolak perintah atau nasihat, oleh sebagian orangtua atau guru, mungkin dianggap sebagai sikap bandel atau susah diatur. Padahal bisa jadi hal itu karena kecerdasan atau keingintahuannya yang besar membuat dia menjawab atau bertanya; tidak melulu mereka menurut dan diam (karena takut) seperti anak-anak zaman dulu.
Dalam persoalan ini, orangtua haruslah memperhatikan dua hal yaitu: Pertama, memberikan informasi yang benar, yaitu yang bersumber dari ajaran Islam. Informasi yang diberikan meliputi semua hal yang menyangkut rukun iman, rukun Islam dan hukum-hukum syariah. Tentu cara memberikannya bertahap dan sesuai dengan kemampuan nalar anak. Yang penting adalah merangsang anak untuk mempergunakan akalnya untuk berpikir dengan benar. Pada tahap ini orangtua dituntut untuk sabar dan penuh kasih sayang. Sebab, tidak sekali diajarkan, anak langsung mengerti dan menurut seperti keinginan kita. Dalam hal shalat, misalnya, tidak bisa anak didoktrin dengan ancaman, “Pokoknya kalau kamu nggak shalat dosa. Mama nggak akan belikan hadiah kalau kamu malas shalat!”
Ajak dulu anak mengetahui informasi yang bisa merangsang anak untuk menalar mengapa dia harus shalat. Lalu, terus-menerus anak diajak shalat berjamaah di rumah, juga di masjid, agar anak mengetahui bahwa banyak orang Muslim yang lainnya juga melakukan shalat.
Kedua, jadilah Anda teladan pertama bagi anak. Ini untuk menjaga kepercayaan anak agar tidak ganti mengomeli Anda—karena Anda hanya pintar mengomel tetapi tidak pintar memberikan contoh.
Terbiasa memahami persoalan dengan berpatokan pada informasi yang benar adalah cara untuk mengasah ketajaman mereka menggunakan akalnya. Kelak, ketika anak sudah sempurna akalnya, kita berharap, mereka mempunyai prinsip yang tegas dan benar; bukan menjadi anak yang gampang terpengaruh oleh tren pergaulan atau takut dikatakan menjadi anak yang tidak ‘gaul’.

Tanamkan Akidah dan Syariah Sejak Dini
Menanamkan akidah yang kokoh adalah tugas utama orangtua. Orangtualah yang akan sangat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya sendi-sendi agama dalam diri anak. Rasulullah saw. bersabda:

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR al-Bukhari).

Tujuan penanaman akidah pada anak adalah agar si anak mengenal betul siapa Allah. Sejak si bayi dalam kandungan, seorang ibu bisa memulainya dengan sering bersenandung mengagungkan asma Allah. Begitu sudah lahir, orangtua mempunyai kesempatan untuk membiasakan si bayi mendengarkan ayat-ayat al-Quran. Pada usia dini anak harus diajak untuk belajar menalar bahwa dirinya, orangtuanya, seluruh keluarganya, manusia, dunia, dan seluruh isinya diciptakan oleh Allah. Itu sebabnya mengapa manusia harus beribadah dan taat kepada Allah.
Lebih jauh, anak dikenalkan dengan asma dan sifat-sifat Allah. Dengan begitu, anak mengetahui betapa Allah Mahabesar, Mahaperkasa, Mahakaya, Mahakasih, Maha Melihat, Maha Mendengar, dan seterusnya. Jika anak bisa memahaminya dengan baik, insya Allah, akan tumbuh sebuah kesadaran pada anak untuk senantiasa mengagungkan Allah dan bergantung hanya kepada Allah. Lebih dari itu, kita berharap, dengan itu akan tumbuh benih kecintaan anak kepada Allah; cinta yang akan mendorongnya gemar melakukan amal yang dicintai Allah.
Penanaman akidah pada anak harus disertai dengan pengenalan hukum-hukum syariah secara bertahap. Proses pembelajarannya bisa dimulai dengan memotivasi anak untuk senang melakukan hal-hal yang dicintai oleh Allah, misalnya, dengan mengajak shalat, berdoa, atau membaca al-Quran bersama.
Yang tidak kalah penting adalah menanamkan akhlâq al-karîmah seperti berbakti kepada orangtua, santun dan sayang kepada sesama, bersikap jujur, berani karena benar, tidak berbohong, bersabar, tekun bekerja, bersahaja, sederhana, dan sifat-sifat baik lainnya. Jangan sampai luput untuk mengajarkan itu semua semata-mata untuk meraih ridha Allah, bukan untuk mendapatkan pujian atau pamrih duniawi.

Kerjasama Ayah dan Ibu
Tentu saja, anak akan lebih mudah memahami dan mengamalkan hukum jika dia melihat contoh real pada orangtuanya. Orangtua adalah guru dan orang terdekat bagi si anak yang harus menjadi panutan. Karenanya, orangtua dituntut untuk bekerja keras untuk memberikan contoh dalam memelihara ketaatan serta ketekunan dalam beribadah dan beramal salih. Insya Allah, dengan begitu, anak akan mudah diingatkan secara sukarela.
Keberhasilan mengajari anak dalam sebuah keluarga memerlukan kerjasama yang kompak antara ayah dan ibu. Jika ayah dan ibu masing-masing mempunyai target dan cara yang berbeda dalam mendidik anak, tentu anak akan bingung, bahkan mungkin akan memanfaatkan orangtua menjadi kambing hitam dalam kesalahan yang dilakukannya. Ambil contoh, anak yang mencari-cari alasan agar tidak shalat. Ayahnya memaksanya agar shalat, sementara ibunya malah membelanya. Dalam kondisi demikian, jangan salahkan anak jika dia mengatakan, “Kata ibu boleh nggak shalat kalau lagi sakit. Sekarang aku kan lagi batuk, nih…”

Peran Lingkungan, Keluarga, dan Masyarakat
Pendidikan yang diberikan oleh orangtua kepada anak belumlah cukup untuk mengantarkan si anak menjadi manusia yang berkepribadian Islam. Anak juga membutuhkan sosialisasi dengan lingkungan tempat dia beraktivitas, baik di sekolah, sekitar rumah, maupun masyarakat secara luas.
Di sisi inilah, lingkungan dan masyarakat memiliki peran penting dalam pendidikan anak. Masyarakat yang menganut nilai-nilai, aturan, dan pemikiran Islam, seperti yang dianut juga oleh sebuah keluarga Muslim, akan mampu mengantarkan si anak menjadi seorang Muslim sejati.
Potret masyarakat sekarang yang sangat dipengaruhi oleh nilai dan pemikiran materialisme, sekularisme, permisivisme, hedonisme, dan liberalisme merupakan tantangan besar bagi keluarga Muslim. Hal ini yang menjadikan si anak hidup dalam sebuah lingkungan yang membuatnya berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi dia mendapatkan pengajaran Islam dari keluarga, namun di sisi lain anak bergaul dalam lingkungan yang sarat dengan nilai yang bertentangan dengan Islam.
Tarik-menarik pengaruh lingkungan dan keluarga akan mempengaruhi sosok pribadi anak. Untuk mengatasi persoalan ini, maka dakwah untuk mengubah sistem masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam mutlak harus di lakukan. Hanya dengan itu akan muncul generasi Islam yang taat syariah. Insya Allah. []

BOX:

Sembilan Tips Mendidik Anak Taat Syariah
Tumbuhkan kecintaan pertama dan utama kepada Allah.
Ajak anak Anda mengidolakan pribadi Rasulullah.
Ajak anak Anda terbiasa menghapal, membaca, dan memahami al-Quran.
Tanamkan kebiasaan beramal untuk meraih surga dan kasih sayang Allah.
Siapkan reward (penghargaan) dan sakgsi yang mendidik untuk amal baik dan amal buruknya.
Yang terpenting, Anda menjadi teladan dalam beribadah dan beramal salih.
Ajarkan secara bertahap hukum-hukum syariah sebelum usia balig.
Ramaikan rumah, mushola, dan masjid di lingkungan Anda dengan kajian Islam, dimana Anda dan anak Anda berperan aktif.
Ajarkan anak bertanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban untuk dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan dakwah Islam. []

selanjutnya.....

Rabu, 28 Januari 2009

Indonesia Nyalon Tuan Rumah Piala Dunia 2022

JAKARTA, KAMIS — Indonesia secara resmi mengajukan proposal kepada FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Indonesia menantang Inggris, Jepang, Qatar, Rusia, Portugal dan Spanyol.
Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mendaftarkan diri pada Senin (26/1) atau sehari sebelum batas waktu penutupan pendaftaran. Indonesia sudah memenuhi salah satu syarat FIFA, yakni memiliki stadion berkapasitas lebih dari 80.000 penonton untuk pertandingan pembuka dan final. Stadion utama Gelora Bung Karno saat ini dapat menampung 88.000 suporter dan telah digunakan untuk turnamen internasional antara lain final Piala Asia 2007.

"Ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang PSSI untuk kejuaraan Piala Dunia," sebut pernyataan PSSI. "Kami masih punya waktu 13 tahun mendatang, jadi mengapa kami tidak memberanikan diri mencalonkan diri sebagai tuan rumah?" kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes seperti dikutip Reuters.

Pesaing lainnya antara lain Australia, trio Belgia-Belanda-Luxemburg, Kanada, China, Meksiko, dan Amerika Serikat. Tak satu pun negara di Amerika Latin boleh mengajukan diri sebagai tuan rumah di turnamen itu karena Brasil akan menjadi tuan rumah pada 2014. Negara-negara Afrika hanya boleh mendaftar untuk tuan rumah pada 2022.

Setelah menampung calon tuan rumah Piala Dunia, FIFA akan memberikan formulir penawaran sebagai tuan rumah dan berharap mendapatkan balasan paling lambat pada 16 Maret 2009. Kandidat tuan rumah harus memiliki sekurang-kurangnya 12 stadion dengan kapasitas penonton masing-masing 40.000 orang. FIFA kemudian akan mengumumkan siapa yang berhak menjadi tuan rumah pada Desember 2010.

Jika berhasil, Indonesia akan menjadi tuan rumah kedua di Asia setelah Jepang dan Korea Selatan bekerja sama menjadi tuan rumah turnamen tersebut pada 2002. (AP)
sumber: kompas

selanjutnya.....

somBonG>>>>>>>>

Sifat sombong, takabur dan tinggi hati selalu beranjak dari assumsi bahwa dirinya memiliki kelebihan, keistimewaan, keunggulan dan kemuliaan ketika dihadapkan pada kepemilikan orang lain

Kesombongan yang berawal dari perasaan lebih atas orang lain, yang selanjutnya memunculkan sikap takabur, dan dari sana lalu timbul sikap gampang menganggap rendah orang lain adalah awal dari kerusakan tatanan sosial masyarakat.

Tanpa adanya kesamaan hak dan kewajiban setiap anggota masyarakat,
niscaya yang berlaku pertama kali dalam masyarakat tersebut adalah ketimpangan.

Segala peraturan dalam masyarakat yang didasarkan pada kontrak-sosial, begitu pula, tak akan berlangsung mulus tanpa adanya pengakuan martabat setiap peribadi anggotanya.

Kesetaraan dan kesejajaran sebagai modal utama kehidupan bermasyarakat akan segera hancur dengan keberadaan beberapa individu anggota masyarakat yang mengedepankan perilaku sombong.

Sikap merendahkan diri, tawadlu, dan tidak mempertontonkan kelebihan yang dimiliki pada hakekatnya merupakan sebentuk pangakuan bahwa segalanya dalam alam ini adalah semata berada di tangan Allah.

Allah membenci makhluk-Nya yang memunculkan sikap dan bersifat sombong. Kesombongan adalah sifat mutlak Allah yang tidak dibenarkan untuk dimiliki oleh selain-Nya. Manusia yang menyombongkan diri berarti telah merampas sifat mutlak Allah.

selanjutnya.....

10 Menit Menuju Hidup Sehat

Berjam-jam waktu kita habiskan untuk segala rutinitas keseharian. Mulai dari kerja, berolahraga atau bahkan untuk sekedar hang out bersama kerabat. Namun pernahkah Anda meluangkan waktu setidaknya 10 menit untuk hidup sehat?

Air
Dimanapun dan dalam kondisi apapun jangan pernah Anda lupa minum air. Setidaknya Anda perlu 6 gelas sehari. Ingat, teh dan kopi bisa bikin Anda dehidrasi. Jika Anda terlihat sayu di pagi hari itu tandanya Anda dehidrasi.

Tomat
Tomat dalam segala olahan sangat bagus untuk anti-oksidan. Tomat bisa membantu Anda melawan kanker. Jika Anda tak suka tomat mentah, saus tomat atau paste punya efek yang sama menyehatkannya.

eat.jpgSarapan
Jangan lewatkan sarapan pagi Anda. Sarapan dan mulai hari Anda dengan awal yang sehat. Tak perlu makanan yang berat-berat. Cukup yang cepat saji dan menyehatkan seperti yoghurt, roti juga buah-buahan.

Cuci Tangan
Sebagian banyak virus berpindah melalui tangan Anda. Tombol lift, gagang telepon, komputer dan banyak lagi. Sesering mungkin jauhkan tangan dari virus dengan mencucinya. Jangan lupa juga mencuci tangan setelah dari toilet.

Sikat Gigi
Minimal sikatlah gigi Anda 2 kali sehari. Hal ini bisa menghindari penyakit gigi. Jadikan ini sebagai kebiasaan.

Minum Multivitamin
Sesekali Anda boleh mengunakan multivitamin. Tapi tentu saja hasilnya tak semaksimal dibanding Anda mengkonsumsi buah-buahan segar. Jika Anda adalah seorang perokok dan sesekali doyan minum minuman keras, multivitamin biasanya tak begitu mempan. Pasalny vitamin C perlu dilengkapi setiap saat.

Tinggalkan Rokok
Banyak kenikmatan tersendiri yang bisa didapat dari rokok. Tapi coba pikirkan kesehatan Anda baik-baik. Meninggalkan rokok bisa punya dampak besar terhadap kesehatan Anda.

Lupakan Makan Donat
Bukan hanya donat tapi juga kue, keripik dan segala jenis camilan. Jika Anda lapar, sandwich, yoghurt dan jus buah segar bisa jadi pilihan.

Mengemudi dengan Baik & Sabuk Pengaman
Kecelakaan motor masih jadi angka tertinggi. Jangan lupakan sabuk pengaman. Jaga keselamatan Anda selama berkendara di jalan. Sabuk pengaman harus jadi kebiasaan.

Pilihlah Tangga
Sebagai latihan, pilihlah tangga daripada menggunakan lift. Jika Anda berada di lantai 22 gunakan tangga untuk menaiki 3 atau 4 lantai.

Bernapaslah Dalam-dalam
Lakukan ini secara regular dan Anda bisa mengurangi tingkat stres. Selain itu tubuh Anda juga akan kembali segar dengan adanya lebih banyak oksigen.

selanjutnya.....

apa KATa ZOdiak-mu DiTahun 2009

Peruntungan Anda Tahun 2009 Berdasarkan Zodiak

Bagaimana kehidupan karier dan keuangan Anda tahun depan? Ikuti gambaran berdasarkan Pola Peta Jiwa yang disusun oleh Ani Sekarningsih, CTGM, Grand Master Tarot peraih penghargaan tertinggi American Tarot Association.

CAPRICORN (22 Desember - 20 Januari)
Wanita Capricorn banyak terbelenggu angan-angannya. Tingkatkan kewaspadaan, karena masalah profesi dan finansial akan menghadapi guncangan, dan Anda akan mengalami kehilangan yang bersifat materi. Tak perlu mengandalkan keberuntungan dengan membeli lotere. Untuk mengatasi masalah emosional, seharusnya Anda segera menyadarinya demi memperbaiki suasana kerja.

Pada bulan ke-4 akan ada kejutan tak terduga yang mengubah keadaan saat ini dan membawa peluang baru. Ambillah kesempatan itu. Untuk kesehatan, kurangi mengonsumsi makanan yang mempertinggi asam urat seperti emping melinjo. Anda pun harus menerima perubahan atau kehilangan sebagai pembersihan karma.


AQUARIUS (21 Januari - 19 Februari)
Adakalanya Aquarius dianggap seolah-olah memisahkan diri dari dunia nyata, karena pemikiran Anda terpusat pada analisa spiritual. Padahal, yang ideal sesungguhnya adalah penyatuan kutub-kutub yang saling bertentangan yang akan menciptakan keharmonisan, baik pada diri sendiri maupun lingkungan. Saatnya Anda mengukur kondisi pekerjaan yang tengah digeluti seraya membuat perbandingan dengan sumber lain yang lebih menguntungkan. Bila selama ini Anda berfoya-foya, saatnya kini memperketat pengeluaran. Kelak Anda akan menemukan apa yang Anda inginkan dengan bersifat pasif, simpati, dan cerdas.

PISCES (20 Februari - 20 Maret)
Saatnya menyusun rencana dan menganalisa kembali tujuan hidup, proyek-proyek, maupun lingkungan pertemanan, kemudian mencatatnya dengan terperinci. Selama ini tak heran bila tanggung jawab dalam pekerjaan Anda mengalami kemunduran. Waspada menandatangani dokumen apapun. Baca dulu dengan teliti setiap kata-katanya. Kendalikan keuangan Anda untuk hal-hal yang bermanfaat, dan sebaiknya investasikan pada usaha-usaha yang mendatangkan profit. Pencernaan sedikit rewel. Kurangi mengonsumsi makanan yang merangsang perut.

ARIES (21 Maret - 20 April)
Wanita Aries terpicu hendak memberikan kejutan istimewa yang membahagiakan anak dan suami bahkan seluruh kerabat. Anda mendorong keluarga untuk lebih beribadah, menegakkan tata krama pergaulan yang lebih pantas dan memberi inspirasi bagi mereka, mengenai betapa pentingnya mengecap pendidikan yang layak.

Wanita Aries juga mudah mengulurkan derma pada suatu proyek bersama yang menjanjikan kesuksesan perusahaan. Anda akan sukses secara finansial dan sosial berkat jiwa wirausaha dan kemampuan Anda mengelola keuangan dan manajemen pada umumnya. Hendaknya tahun ini Anda mengurangi makanan yang bernyawa seperti ayam, daging, ikan, dan telur.

TAURUS (21 April - 20 Mei)
Taurus terbelenggu suatu keadaan yang tidak membiarkan diri untuk lebih kreatif. Ide-ide Anda terpasung dan segala tindakan diawasi dengan ketat, bahkan usulan Anda pun dibekukan. Tahun 2009 Anda menetapkan diri ingin minggat dari pekerjaan sekarang atau mengubah pikiran untuk tetap menerima tugas yang sama sekali tidak Anda sukai, demi membutuhkan perbaikan ekonomi keluarga. Sadarilah, Anda memiliki kekuatan untuk mencapai kebijaksanaan dan mengendalikan pertentangan batin.

Namun Taurus harus belajar merendah secara intelektual dan mengabaikan hal-hal yang tak mempunyai alasan kuat. Tak keliru bila Anda memilih untuk menyendiri dulu demi memperoleh keheningan meditasi. Dengan demikian, Taurus tak perlu terjebak dalam keputusasaan yang merampok kepribadian dalam menghadapai suatu kondisi keadaan. Majulah terus dan belajarlah dari kesalahan agar tak mengulanginya. Abaikan sikap selalu menyalahkan diri sendiri.

GEMINI (21 Mei - 21 Juni)
Saatnya Anda mengalami semua perubahan dan menghadapi masa-masa transisi. Anda harus melakukan pilihan akhir di antara hal-hal yang berguna dan menolak sesuatu yang hanya sampah. Berkat kemauan kuat, sesuatu yang diupayakan akan berjalan sesuai program dan Anda akan mewujudkannya secara konkrit. Ada pengeluaran ekstra tentunya. Hujan ilham meningkatkan kebijaksanaan dan beberapa tujuan Anda akan mencapai target seperti yang diharapkan. Ada kemungkinan Gemini akan pindah pekerjaan sekaligus pindah tempat tinggal.


CANCER (22 Juni - 22 Juli)
Hubungan kemitraan dengan orang lain harap ditingkatkan sebaik mungkin. Seseorang yang mempunyai kekuasaan akan membantu Anda dalam masalah keuangan atau pekerjaan. Waspada bagi para wanita yang memiliki kekuasaan. Tanpa sadar, sebagai penguasa Anda dapat berbuat semau gue. Anda membutuhkan motivasi baru untuk mempertahankan kinerja, karena suasana persaingan dalam pekerjaan dan bisnis semakin meningkat.

Seseorang yang bermulut besar, abaikan saja. Jangan perlihatkan diri Anda dalam keadaan tertekan. Tampillah selalu dengan tersenyum dan ketenangan dalam menghadapi saingan. Bagi mereka yang memuja kebendaan atau memimpikan kemewahan, impian akan segera terwujud. Sudah saatnya pula Anda memeriksakan kesehatan gigi atau persendian yang mulai bermasalah. Jangan anggap enteng gangguan itu.

LEO (23 Juli - 23 Agustus)
Melalui perencanaan matang, Leo akan memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan. Cintailah diri Anda sebaik-baiknya. Akan ada perkembangan baru tahun ini. Wanita Leo akan tumbuh dan berkembang menjadi lebih arif, dan akan perlu mengadakan perjalanan-perjalanan demi memenuhi undangan dan meluaskan kemitraan. Yang menjanjikan, masa depan karier Leo akan semakin menanjak. Ada kemungkinan Leo akan memeproleh keuntungan dalam permainan saham atau sejenisnya. Tetaplah berdiri tegak dalam prinsip-prinsip yang lebih bermanfaat dibandingkan untuk menghancurkan diri.

VIRGO (24 agustus - 23 September)
Waspada untuk tidak terjebak pada nostalgia masa lalu. Ketika Virgo sulit mencintai, maka bukan tak mungkin Anda akan jatuh, tersandung, lebih mencintai kekuasaan, mencintai uang, atau menjadi politisi. Sepanjang tahun ini semangat Anda akan lebih terpicu pada pekerjaan yang pada dasarnya melayani, merawat, atau sebagai pekerja social, mengingat sifat Anda yang lembut, ramah, dan simpatik.

Bangkitlah, karena Virgo hidup di masa sekarang dan bukan hidup di hari kemarin. Pekerjaan yang sesuai bagi Anda ialah yang berhubungan dengan keilmuan atau sebagai penemu. Sepanjang tahun 2009 sebaiknya Virgo meningkatkan kembali perjalanan-perjaanan untuk berbagai alasan. Bukan tak mungkin kerabat yang lama tak bertemu tiba-tiba akan datang berkunjung. Kurangi kehidupan malam dan minuman beralkohol, mengingat kesehatan liver Anda sedang menurun.

LIBRA (24 september - 23 Oktober)
Bagi para Libra eksekutif muda, Anda ditantang melakukan tindakan-tindakan dengan kecepatan tinggi, karena vitalitas dan kepekaan Anda pada kebutuhan masyarakat luas kali ini sedang dibutuhkan untuk lebih cerdas dalam melakukan perjalanan bisnis. Jangan terperangkap pikiran baik dan buruk, karena dunia memang abu-abu adanya.

Tenangkan diri, kehidupan itu sesungguhnya sebuah meditasi adanya. Keberuntungan akan datang menyongsong melalui perluasan hubungan sosial, sehingga pekerjaan apa saja yang Anda tangani akan mencapai sasaran yang diharapkan. Anda akan memperoleh penghargaan yang mendatangkan honorarium ekstra. Melalui dedikasi dan ketekunan, Libra akan dapat mengatasi masalah dalam kehidupan.

SCORPIO (24 Oktober - 22 November)
Scorpio selama rentang waktu tahun ini akan memikul beban tambahan yang memerlukan penanganan khusus. Pekerjaan tumpang tindih, sementara atasan menuntut hasil prima. Namun, dengan ketekunan energi Anda akan memunculkan kebaikan-kebaikan yang diungkapkan secara nyata. Belajarlah mempercayai orang dan delegasikan tugas. Tak perlu mengorbankan waktu istirahat Anda demi mabuk kerja. Situasi saat ini memerlukan kekuatan, kecerdasan, dan emosi mental yang tinggi. Gunakan sebaik-baiknya seluruh potensi yang dimiliki saat ini untuk menghasilkan kinerja yang optimal.

SAGITARIUS (23 November - 21 Desember)
Keberanian Sagitarius dalam menghadapi bahaya membuat Anda sesuai untuk menjadi pemimpim militer atau penegak hukum. Sagitarius perlu melewati masa sulit dengan hati ceria dan tersenyum, serta lebih agresif lagi mengambil posisi dalam hidup.

Meski dalam keadaan rumit, kendalikan emosi dan gunakan akal sehat. Mungkin, suatu bonus dalam jumlah besar akan dikirim ke rekening Anda, sehingga perencanaan matang bisa melunasi sejumlah utang piutang atau membiayai suatu ide besar. Perhatikan jadwal makan yang bisa mengacaukan metabolisme tubuh.

Sumber : kompas

selanjutnya.....

Keharusan Beramal

Keharusan Beramal
Oleh: DR. Amir Faishol Fath
Kirim

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ
إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

.Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105)

Ayat ini menurut Imam Ar-Razi mengandung seluruh yang dibutuhkan seorang mukmin baik mengenai agama, dunia, kehidupan, dan akhiratnya. Dari susunan kata dalam ayat tergambar dua hal: di satu sisi tampak nada targhib (dorongan) bagi orang-orang yang taat, dan di sisi lain nampak nada tarhib (ancaman) bagi orang-orang yang berbuat maksiat. Maksudnya, bersungguh-sungguhlah kamu untuk berbuat sesuatu demi masa depanmu karena segala perbuatanmu akan mendapatkan haknya di dunia maupun di akhirat. Di dunia perbuatan tersebut akan disaksikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Jika berupa ketaatan, ia akan mendapatkan pujian dan pahala yang besar di dunia dan akhirat. Namun, jika berupa kemaksiatan ia akan mendapatkan hinaan di dunia dan siksaan yang pedih di akhirat. (Imam Ar-Razi. Mafatihul ghaib. Bairut, Darul fikr, 1994, vol. 16, h. 192).

Syeikh Rasyid Ridha dalam tafsirnya Al-Manar menerangkan makna ayat tersebut begini: Wahai Nabi, katakan kepada mereka bekerjalah untuk dunia, akhirat, diri dan umatmu. Karena yang akan dinilai adalah pekerjaanmu, bukan alasan yang dicari-cari; pun bukan pengakuan bahwa Anda telah berusaha secara maksimal. Kebaikan dunia dan akhirat pada hakikat tergantung pada perbuatan Anda. Allah mengetahui sekecil apapun dari perbuatan tersebut, maka Allah menyaksikan apa yang Anda lakukan dari kebaikan maupun keburukan. Karenanya, Anda harus senantiasa waspada akan kesaksian Allah, baik itu berupa amal maupun berupa niat, tidak ada yang terlewatkan. Semuanya tampak bagi-Nya. Oleh sebab itu Anda harus senantiasa menyempurnakannya (itqan), ikhlas, dan mengikuti petunjuk-Nya dalam menjalankan ketaatan sekecil apapun (lihat, Rasyid Ridha. Tafsir Al Manar. Tanpa tahun, vol. 11, h. 33).

Pada intinya, ayat di atas menegaskan pentingnya beramal. Bahwa, yang akan menjadi tolok ukur keselamatan seseorang di dunia maupun di akhirat bukan semata konsep yang ia hafal, melainkan sejauh mana ia mampu mengamalkan teori yang telah diketahuinya. Al-Qur’an malah mengecam seorang yang hanya pandai ngomong tapi tidak mengerjakannya (Ash-Shaf: 2-3). Rasulullah saw. bukanlah sosok yang hanya pandai memberi nasihat, melainkan seluruh amalnya merupakan nasihat. Siti Aisyah ketika ditanya bagaimana akhlak Rasulullah saw., ia menjawab bahwa akhlaknya adalah Al-Qur’an. (HR. Ahmad, no. 216).

Amal Sebagai Inti Keimanan

Kalimat wa quli’malu adalah perintah. Ini berarti keharusan untuk beramal. Akidah tanpa amal akan menjadi kering, karena amal bagi akidah ibarat air bagi sebuah pohon. Pernyataan para ulama bahwa iman naik turun (yaziidu wayanqus) maksudnya ia naik dengan amal shalih dan turun dengan kemaksiatan. Cermin akidah ada diri seseorang adalah amal yang ia lakukan. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang selalu menggabung antara iman dan amal: Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran (Al-Ashr: 2-3, lihat juga Al-Bawarah: 62 dan Al-Maidah: 69).

Dalam Surat Al-Mu’minun ayat 1-10, Allah menyebutkan tanda-tanda seorang yang beriman dengan amalnya: Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya, menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, menunaikan zakat, menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya, serta memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi.

Rasulullah saw. seringkali menyebutkan tanda-tanda keimanan dengan amal. Anas r.a. meriwayatkan Rasulullah bersabda: “Seorang tidak disebut beriman sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari, no. 13). Imam Bukhari dalam buku Sahihnya menulis judul khusus: Bab man qaala innal iman huwal amal (orang yang mengatakan iman adalah amal), di dalamnya ia menyebutkan ayat Az-Zukhruf: 72 dan hadits riwayat Abu Hurairah: bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya, perbuatan apa yang paling utama. Beliau berkata: “Iman kepada Allah dan RasulNya.” Kemudian apa? “Jihad di jalan Allah.” Kemudian apa? “Haji mabrur.” (HR. Bukhari, no. 26).

Ketika menjelaskan mengenai bagaimana seharusnya seorang muslim, Rasulullah tidak hanya menggambarkan hal-hal yang berkenaan dengan ibadah mahdlah (ritual), melainkan banyak hal yang berkaitan langsung dengan amal sosial. Ibn Amr meriwayatkan Rasulullah saw. bersabda: “Seorang muslim adalah yang tidak menyakiti orang muslim lainnya dengan lidahnya dan tangannya, dan seorang muhajir adalah yang hijrah dari larangan Allah swt.” (HR Bukahri, no. 10). Dalam sebuah peristiwa diceritakan bahwa seorang bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai apa yang terbaik dalam ber-Islam? Rasulullah menjawab: “Kau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang lain, baik kamu kenal maupun tidak.” (HR Bukhari, no. 12).

Amal Sebagai Bukti Kepribadian

Pada kalimat berikutnya Allah berfirman: fasayarallah alamakum, tidak ada sekecil apapun dari yang Anda lakukan kecuali akan mendapatkan balasannya. Tidak ada kata yang terucap dari lidah Anda, kecuali terekam secara lengkap: mayalfidzu minqaulin illa ladaihi raqiibun atiid. Lebih kecil dari atom pun amal Anda akan tetap menjadi kredit poin dari perjalanan hidup Anda. Bila perbuatan itu baik, simpanan amal baik Anda di akhirat akan bertambah. Dan, bila perbuatan Anda jelek, simpanan amal Anda akan jelek. Famayya’mal mittsqaal dzarratiin khairan yarah, wamayya’mal mitqaala dzarratin syarrayarah. Jadi, pribadi Anda hanya ditentukan oleh kedua pilihan ini: bila Snda salah memilih, Anda akan sengsara selama-lamanya. Tapi, bila pilhan Anda benar, Anda akan selamat dan bahagia di dunia dan akhirat. Itulah makna doa yang selalu Anda panjatkan: “rabbanaa aatina fidunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinaa adzaabannaar.“(Al-Baqarah: 201).

Dengan menyadari hakikat ini, bila Anda melakukan kebaikan, Anda tidak akan risau, sekalipun tidak ada seorang pun yang memuji Anda. Bagi Anda berbuat baik adalah cicilan membangun kebahagiaan akhirat. Apapun bentuk kebaikan tersebut. Kecil maupun besar, tampak hina di depan mata manusia atau tidak, dalam kesunyian maupun di tengah keramaian, menghasilkan uang atau tidak. Pribadi Anda selalu tampak istiqamah, tidak berwarna-warnai. Popularitas bukan ukuran, karena hakikat fasayarallah amalakum telah terpatri sedemikian kuat dalam keyakinan Anda. Bila jalan ini yang Anda pilih, Anda akan selalu produktif. Simpanan pahala Anda akan selalu bertambah. Dan hidup Anda akan selalu tenang, karena tabiat pahala tidak akan pernah mengantarkan Anda kecuali kepada ketenangan hidup. Dari sisi ini tampak apa yang dikatakan Imam Ar-Razi bahwa ayat ini merupakan targhiib (pendorong) bagi orang-orang yang taat kepada Allah untuk senantiasa beramal dan terus beramal.

Namun, bila Anda melakukan keburukan, Allah juga akan menyaksikannya, fasayarallahu amalakum. Perlu digarisbawahi di sini bahwa keburukan dalam terminologi Islam tidak hanya identik dengan perzinaan, mabuk-mabukan, pencurian, korupsi, dan lain sebagainya, melainkan wudhu’ Anda yang tidak sempurna, shalat Anda yang asal-asalan itu juga kemaksiatan. Di Hari Kiamat kaki yang tidak dibasuh secara lengkap ketika berwudlu’ akan masuk neraka (HR Bukhari, no. 165). Shalat yang tidak sempurna bacaan dan gerakannya, tidak dianggap shalat. Rasulullah saw. pernah menyuruh sahabatnya untuk shalat lagi karena sebagian gerakannya tidak sempurna (HR. Bukhari, no. 757).

Dalam berdakwah pun jika Anda tidak melakukannya dengan penuh kesungguhan (baca: asal-asalan), itu juga kemaksiatan. Mengapa Anda berbuat untuk Allah asal-asalan? Perhatikan, Allah senantiasa mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada di bumi dan langit dari ciptaan-Nya yang dibuat dengan main-main. Semua Allah tegakkan dengan penuh kesempurnaan. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah (Al-Mulk: 3-4).

Dari sini tampak bahwa bahwa ayat ini mengandung tarahiib (ancaman) bagi orang-orang yang tidak mentaati Allah sebagaimana mestinya. Az-Zamakhsyari berkata: ayat ini merupakan ancaman bagi mereka sekaligus peringatan akan akibat yang harus mereka jalani jika terus menerus bergelimang dalam kemaksiatan (lihat, Az Zamakhsyari, al kasysyaaf (Mansyratul balaghah) vol. 2, h. 308).

Lalu mengapa Allah menambahkan setelahnya kalimat warasuluhu wal mu’minun (bukankah sudah cukup dengan kesaksian Allah)? Imam Ar-Razi mengutip jawaban Abu Muslim, “Rasulullah dan orang-orang mukmin adalah saksi yang Allah pilih.” Wakadzalika ja’alnakum ummatan wasathan (Al-Baqarah: 143). Dalam ayat lain fakaifa idzaa ji’na min kulli ummatin bisyahiid waji’na bika alaa haaulaai syahiida (An-Nisa: 41) (lihat. Imam Ar Razi, mafatiihul ghaib: vol. 16, h. 194).

Dalam riwayat Anas r.a. diceritakan: Pernah suatu hari sebuah jenazah dibawa melewati sekelompok para sahabat Rasulullah saw, melihat itu mereka menyebutkan kebaikan si mayit, Nabi menjawab: wajib. Setelah itu mayit yang lain lagi dibawa. Para sahabat yang melihatnya tidak memujinya, bahkan menilainya tidak baik. Nabi menjawab: wajib. Umar lalu bertanya: Apa maksud dari pernyataan wajib yang diucapkan Nabi? Nabi menjawab: mayit pertama yang kamu sebut kebaikannya wajib masuk surga, sementara mayit kedua yang kamu sebut keburukannya wajib masuk neraka. Kamu semua adalah saksi Allah di bumi. (HR. Bukhari, no. 181, Muslim, no. 949).

Iklash Dasar Segala Amal

Kalimat berikutnya berbunyi: wasaturadduun ilaa aalimil ghaib wasy syahadah. Ibn Abbas mengatakan, al ghaib yang dirahasiakan, dikerjakan secara sembunyi-sembunyi; dan asy-syahadah yang dikerjakan secara terang-terangan. Imam Ar-Razi berkata: al ghaib bisa dimaksudkan segala yang terbetik dalam hati, berupa niat baik atau buruk, dan asy-syahadah adalah segala perbuatan yang diragakan (lihat Imam Ar Razi, mafaatihul ghaib, vol. 16, h. 194). Dari sini tampak bahwa setiap perbuatan harus senantiasa serasi antara niat dan tingkah laku. Hilangnya keserasian ini akan melahirkan ketimpangan, kalau tidak dikatakan sia-sia sama sekali. Bila direnungkan secara mendalam, paduan utuh antara fasayarallahu amalakum dan kalimat sesudahnya wasaturadduun ilaa aalimil ghaib wasy syahadah, maka akan tergambar bahwa niat sebagai pengantar setiap perbuatan harus karena Allah dan untuk semata mencapai ridha-Nya. Karena, Dia-lah yang akan menilainya.

Dengan demikian tampak bahwa setiap perbuatan terdiri dari dua unsur: niat yang mengantarkan dan perbuatan yang diragakan. Niat saja tidak cukup, melainkan harus tercermin dalam perbuatan. Perbuatan pun harus sesuai dengan petunjuk-Nya, bukan karangan akalnya sendiri. Perbuatan apa pun yang tidak sesuai dengan petunjuk-Nya (baca: kemaksiatan) sekalipun dihantarkan dengan niat yang ikhlas juga tidak akan diterima di sisinya. Sebaliknya, perbuatan yang benar secara syariah, tapi niat yang mengantarkannya tidak ikhlas, juga akan menggiring pada kecelakaan.

Dalam sebuah hadits Rasulullah pernah menyebutkan tiga orang yang sama-sama melakukan perbuatan baik secara dzahir, tetapi karena niatnya salah akhirnya ketiganya sama-sama masuk neraka: pertama, seorang berperang di jalan Allah dengan niat supaya dibilang pemberani; kedua, seorang mengajarkan Al-Qur’an supaya dibilang alim; ketiga, seorang menginfakkan hartanya supaya dibilang dermawan (lihat Sahih Muslim, no. 1514). Ustadz Sayed Quthub mengatakan: Islam adalah manhaj yang realistis, gelora niat dan semangat tidak akan berdampak apa-apa sepanjang tidak diterjemahkan dalam gerakan nyata. Memang, diakui bahwa niat yang baik mempunyai posisi tertentu dalam Islam. Yetapi niat saja belum cukup untuk membangun pahala, sebab ia akan dihitung setelah tercermin dalam bentuk perbuatan. Begitu perbuatan muncul, di sini peranan niat menentukan kualitasnya. Inilah makna hadits: “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya.” Perhatikan, dalam hadits ini perbuatan digabung dengan niat, bukan niat saja. (Sayed Quthub. Fii dzilalil Qur’an. Bairut, Darusy syuruq, 1985, vol. 3, h. 1709).

Keikhlasan (sihhatun niyah) dan benarnya perbuatan (sihhatul amal) adalah inti utama yang sangat menentukan. Keduanya adalah cerminan dari seluruh rangkaian kata dan kalimat dalam ayat di atas. Ibarat dua sayap bagi burung, ikhlas dan kebenaran amal akan mengantarkan pelakunya kepada tujuan yang didambakan. Sudah barang tentu seekor burung tidak akan bisa terbang hanya dengan satu sayap. Perhatikan bagaimana Allah mengancam seorang yang shalat –padahal shalat adalah ibadah yang sangat mulia dan utama dalam Islam– hanya karena niatnya salah. Allah berfirman: Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (Al-Ma’un: 4-7).

Amal Yang Terus Menerus

Kalimat demi kalimat dari ayat di atas, bila dipahami secara utuh dan benar akan melahirkan sikap sebagai berikut:

1. Kesadaran akan makna hidup yang Allah jatahkan hanya untuk beramal shalih. Bila orang mengatakan “waktu adalah uang”, bagi seorang muslim “waktu adalah amal shalih”. Karena, hidup akan menjadi hampa dan sia-sia bila tidak diisi dengan amal shalih.

2. Amal shalih maksudnya adalah amal yang dilakukan dengan niat yang ikhlas sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Inilah prinsip yang dibangun dari ayat: fasayarallahu amalakum warasululuh wal mukminuun.

3. Dari prinsip tersebut akan tercermin amal yang terus mengalir. Tidak pernah berhenti. Karena, ia tahu tidak ada sekecil apapun dari perbuatannya kecuali terekam secara utuh dan dikembalikan kepada Allah alimul ghaibi wasy syahadah sesuai dengan bentuk dan kualitasnya. Tidak ada yang tertinggal. Semuanya akan mendapatkan balasan yang setimpal.

4. Inilah makna dari ayat penutup fayunabbiukum bimaa kuntum ta’lamuun, Allah tahu segala apa yang kamu lakukan, maka Ia akan memberikan balasan sesuai dengan haknya, tidak ada yang dizhalimi.

selanjutnya.....